Memahami dan Mengimplementasikan CP PJOK 046/2025 dalam Pembelajaran Sehari-hari

Trending Posts

  • All Posts
  • Belajar dari Gerak
  • Bergaya Hidup Aktif
  • Memilih Hidup yang Menyehatkan
  • PJOK Bermakna
  • Tak Berkategori
  • Terampil Bergerak

Categories

Perubahan Capaian Pembelajaran (CP) PJOK melalui Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046 Tahun 2025 menegaskan kembali satu hal penting: PJOK bukan sekadar mengajarkan cabang olahraga, tetapi membangun kebiasaan hidup aktif dan sehat sepanjang hayat.
CP PJOK dirancang sebagai target kompetensi akhir tiap fase (A–F). Artinya, guru tidak lagi perlu mengejar banyak materi, tetapi fokus pada kedalaman penguasaan keterampilan gerak, pemahaman konsep, dan sikap positif terhadap aktivitas jasmani. Dari CP inilah guru menurunkannya menjadi Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) dan Rencana Pembelajaran yang kontekstual dengan kondisi sekolah dan peserta didik.

PJOK sebagai Pembelajaran Gerak yang Bermakna

Pembelajaran PJOK menempatkan gerak sebagai jantung pembelajaran. Murid belajar melalui gerak, bukan sekadar tentang gerak. Aktivitas jasmani digunakan sebagai alat untuk mengembangkan:

  •  
  • keterampilan dan strategi gerak,
  • kemampuan sosial-emosional seperti kerja tim dan fair play,
  • kesadaran memilih gaya hidup aktif dan sehat.

Pendekatan ini menjawab tantangan nyata saat ini, seperti gaya hidup sedenter, generasi digital native, serta kebutuhan pembelajaran yang inklusif dan bermakna.

Model Berlian: Arah Progresi Pembelajaran PJOK

CP PJOK dikembangkan dengan model berlian kurikulum, yang menggambarkan perjalanan belajar murid:

  • Fondasi – penguasaan keterampilan gerak fundamental,
  • Eksplorasi – penerapan keterampilan dalam berbagai konteks,
  • Keahlian – spesialisasi dan penyempurnaan keterampilan.

Progresi ini membantu guru memahami bahwa tujuan PJOK bukan “cepat bisa”, tetapi berkembang bertahap dan berkelanjutan.

Empat Elemen Utama CP PJOK

Pembelajaran PJOK berfokus pada empat elemen yang saling terhubung:

  • Terampil Bergerak – dari gerak dasar hingga keterampilan spesifik lintas konteks.
  • Belajar Melalui Gerak – kolaborasi, kepemimpinan, fair play, dan pengambilan keputusan.
  • Bergaya Hidup Aktif – partisipasi rutin dan kesadaran manfaat aktivitas jasmani.
  • Memilih Hidup yang Menyehatkan – literasi kesehatan, gizi, keselamatan, dan pencegahan cedera.

Keempat elemen ini berkembang bertahap dari fase awal hingga fase akhir, mulai dari mengenali dan mempraktikkan, hingga mengevaluasi dan mengadvokasi.

Dari CP ke Pembelajaran Nyata di Lapangan

CP bersifat umum, sehingga tugas guru adalah menerjemahkannya ke dalam:

  • Tujuan Pembelajaran (TP) yang jelas,
  • ATP yang logis dan berurutan,
  • serta pengalaman belajar yang aman, menantang, dan menyenangkan.

Jenis aktivitas atau cabang olahraga bebas dipilih, selama menjadi sarana untuk mengembangkan keterampilan gerak, strategi, dan kebiasaan hidup aktif. Dengan demikian, pembelajaran PJOK menjadi relevan dengan sarana-prasarana, budaya gerak lokal, dan minat murid.

Penutup

CP PJOK 046/2025 mengajak guru PJOK untuk bergeser dari pembelajaran berbasis materi menuju pembelajaran berbasis kompetensi dan makna. Ketika murid menemukan kenikmatan bergerak, mereka tidak hanya belajar di sekolah, tetapi sedang dipersiapkan untuk hidup sehat sepanjang hayat.

Youtube bedah CP PJOK https://www.youtube.com/live/2gmUuF4uqK8?si=f-rlEGItOmE_WDKM

Artikel ini dibuat dari materi Presentasi Anggara Aditya K tentang Bedah CP PJOK, artikel ditulis oleh Anggara Aditya Kurniawan, Guru PJOK SMKN 7 Surakarta

 

Pos Sebelumnya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Contact Us

cop.pjok.indonesia@gmail.com

+62 852-5782-8666

Jl. Kuntowijayadanu, Pr. Krapyak Permai Gg. 3 No. 7, RT 01 RW 12, Merbung, Klaten Selatan, Klaten 57424

News

Memahami dan Mengimplementasikan CP PJOK 046/2025 dalam Pembelajaran Sehari-hari
KEBUGARAN JASMANI